Seberapa Tahu Kamu Tentang Merek? Check this out

Merek

Merek

Tak sedikit merek -merek yang beredar di pasaran. Tak jarang pula iklan-iklan selalu membanjiri media baik itu TV, radio, internet, baliho, di mana pun kita berada di situ ada iklan. Tapi apakah kita memperhatikannya setiap saat? Atau apakah stimulus iklan itu sampai pada anda? Mari kita lihat pertanyaan – pertanyaan seputar merek di bawah ini.

 

 

 

 

 

Pertanyaan Kuis Seputar Iklan

  1. Produk berlogo buaya dengan ekor melengkung ke atas. LACOSTE
  2. Perusahaan otomotif terbesar di India yang produknya baru masuk Indonesia. TATA
  3. Tagline Perusahaan asuransi ‘Prudential’. ALWAYS LISTENING ALWAYS UNDERSTANDING
  4. Badan usaha yang memiliki maskot seekor lebah bernama Albi. ALFAMART
  5. ‘Semir rambut paling praktis’ merupakan tagline dari produk apa. TOP LADY
  6. Kepanjangan dari produk ‘hp’. HEWLETT – PACKARD
  7.  Gambarkan logo produk ‘Shell’. GAMBAR KERANG DETAIL GARIS-GARIS
  8. Produk yang iklannya dibintangi oleh Julia P & Gaston K. SUTRA
  9. Sponsor Manchester United yang berasal dari Indonesia. GARUDA INDONESIA & TRI
  10. Bintang iklan pertama produk ‘Bodrex’. DEDE YUSUF

Seberapa banyak pertanyaan yang bisa anda jawab dengan benar?

Memo Konsumen: 1

FEBRY NANDA SAPUTRA
Undergraduate Student Majoring in Statistics Dept of Statistics,
Faculty of Mathematics and Natural Sciences
Bogor Agricultural University
Notes On Consumer Behavior Class IKK 231

Perilaku Konsumen adalah aktivitas dan proses seseorang (konsumen) berkaitan dengan siklus konsumsi terhadap barang dan/atau jasa mulai dari pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, dan pengevaluasiannya. Proses-proses itulah yang mendasari konsumen memutuskan untuk membeli atau tidak, menggunakan lagi atau tidak barang dan/atau jasa itu.

Ada beberapa faktor penentu konsumen dalam memilih produk, yaitu dari kepribadian personal individu, nilai-nilai, motivasi, gaya hidup, lingkungan, dan lain-lain.

Motivasi merupakan faktor individu untuk memutuskan menggunakan produk atau tidak dapat berasal dari dalam diri atau pun pengaruh luar. Biasanya hal ini berkaitan dengan tujuan atau capaian yang ingin diraih dari individu tersebut. Dari sinilah aktivitas yang mengarah pada capaian dari motivasi ini membentuk suatu perilaku tertentu dari individu.

Based on Based on Consumer Behavior Text Book by Ujang Sumarwan

perilaku konsumen

perilaku konsumen

PK2

 

 

Ujang Sumarwan. 2011. Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran. Jakarta: PT Ghalia Indonesia.

Lecturers of Consumer Behavior Class Semester Feb – May 2013
• Prof Dr Ir Ujang Sumarwan, MSC (www.ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id)
• Dr. Ir Lilik Noor Yuliati
• Ir. Retnaningsih, MS
• Megawati Simanjuntak, SP, MS
Department of Family and Consumer Sciences
College of Human Ecology
Bogor Agricultural University

Be a Hundred : Intro

HundredKuliah hari Jumat semester ini cukup mengesankan, hehe. Lagi, mata kuliah Simulasi Statistika diisi oleh Bu Erfi, salah satu dosen favorit saya *Ssshhtt.

OK, asala kalian tahu aja, saat proses KRS atau yang biasa universitas lain mungkin istilahnya FRS, saya ambil mata kuliah dan saat lihat jadwalnya, dezeeeeng, jumat ada kuliah, dan full dari pagi, kosong cuma 2 jam, lanjut kuliah jam1 sampai jam 6 sore diisi praktikum. Waaw… ini sejarah saya selama di IPB, Jumat ada kuliah siang dan fullday. Tapi gak papa dari pada membangkai di rumah, hehe kata Mbak Riani yang sekarang sedang revisi hasil seminarnya, tinggal sidang skripshit, #ehh skripsi.

Jumat ini kuliah kedua. Ceritanya kami mengulang sedikit kuliah minggu lalu, lanjut dan TIBA-TIBA ada kuis mendadak (*ya iyalah, namanya juga tiba-tiba). Padahal Ibu sudah kasih warning ke kita pas awal-awal bahwa akan ada kuis, baik yang direncanakan maupun yang tak terencana. OK, FINE.

Usut boleh usut, banyak tuh teman-teman including me, yang lupa mengenai prinsip dan teori dasar. Ibu cukup kaget dan berkali-kali beliau berkata surprise, surprise, surprise. 

Kami termenung, dan akhirnya Ibu bercerita mengenai Be a hundred, sebuah kisah sederhana berdasarkan pengalamannya mengikuti training bersama murid bimbingan pascasarjananya.

Kisahnya…

Tunggu tulisan saya selanjutnya ya. 

Room Booking, 1 of to do lists

Jam menunjukkan sudah pukul 2:57 a.m. waktu laptop saya. Ya, saya tahu saya sudah melewati waktu tidur dan semoga ini bukan insomnia, amiin. Akhirnya daripada nganggur saya surfing di internet, lihat tumblr saya, lihat akun sosial saya yang lain, dan akhirnya saya lihat email saya.

Ada satu email yang menarik perhatian saya, notifikasi dari WordPress bahwa ada dua akun yang follow blog saya. Waaaah ini suatu kehormatan bagi saya ada juga orang yang mau follow memo-memo saya yang beterbangan, haha.. Terima kasih untuk kedua teman baru saya yang di UI dan Andalas. Semoga kita bisa menjadi teman yan makin baik ke depannya. ^__^

Saat saya baca postingan dari admin grup backpacker saya di facebook, admin menjelaskan cara dapatkan visa dari Eropa dengan sistem booking hotel dulu atau minta undangan dari rekan sosial kita di negara tujuan. Di situ tertera link booking[dot]com yang notabene situs booking hotel online terbesar di dunia. Waaaaw waaaw waaaw, pikiran liar saya langsung lompat ke Eropa, di mana saya sudah booking hotel dan berangkat ke London, bertemu teman, jalan-jalan keliling Eropa, dan sebagainya dan sebagainya.

OK STOP. Kalau pikiran ini makin liar mungkin saya bisa tertidur kali ya karena menenun mimpi. Akhirnya saya klik link itu dan saya sign up bla bla bla dengan motif siapa tahu nanti saya membuka situs ini lagi untuk booking hotel, amiiinnnn. Hal ini saya jadikan salah satu to do list saya di lifeplan.

Minat Kerja di Bank?!

sejak dulu Institut Pertanian Bogor (IPB) sudah terkenal dengan julukan Institut Perbankan Bogor. hal ini terkait dengan banyaknya lulusan IPB yang berkarier di bank. Parahnya, julukan ini tidak hanya dikenal oleh beberapa kalangan saja. Pembina kelompok tani di desa Cabean, Demak di mana kami tinggal juga sudah tahu mengenai hal ini. Mereka cukup kecewa kenapa tak banyak dari lulusan IPB yang terjun ke dunia pertanian secara langsung. Mengapa tak banyak penyuluh pertanian yang datang dari IPB.

“Ada yang minat kerja di bank?”, kata Pak Muji memecah suasana bincang-bincang kami siang itu.

beberapa dari kami hanya diam-diam senyum. ada pula yang mencoba menjelaskan.

“Kalau ada peluang yang menjanjikan mengapa tidak, Pak!”, Jawab DImar.

Saya rasa wajar-wajar saja jika Dimar menjawab seperti itu karena memang ia dari mayor manajemen.

Terlepas dari itu semua, semua orang memiliki jalan hidupnya masing-masing. mereka mungkin sudah membuat rencana hidup dan kariernya akan di mana. Ada juga yang masih ngebleng dan jika ada kesempatan untuk berkarier di bank mungkin akan diambil sebagai pengalaman kerja.

Masalah menjadi petani atau memberdayakan petani itu masalah idealisme saya rasa. Justru dengan adanya program IPB Goes to Field ini mahasiswa volunteer menunjukkan dan memupuk idealisme untuk memberdayakan petani, belajar langsung kehidupan pertanian baik dari segi sosial maupun ekonominya.

Dalam program inilah kami meupuk idealisme kami. Untuk Pertanian Indonesia yang lebih baik, untuk meningkatkan harkat dan martabat bangsa Indonesia.

#IGTF2012
#FeelTheFields